GarudaPos.online


JEMBER – Belasan ribu warga memadati sepanjang jalur Karnaval Sound Horeg Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Sabtu (3/10/2026). Dentuman bass dari 15 unit sound horeg mengguncang suasana, dengan penampilan Sound Brewog asal Blitar sebagai penutup yang menjadi magnet utama masyarakat.


Karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini berlangsung meriah dan tertib. Sebanyak 3.200 peserta dari 11 padukuhan di lima dusun ikut ambil bagian dengan menampilkan beragam konsep kreatif, mulai kostum kerajaan, tokoh mistis, maskot, dancer hingga parade hiburan yang memukau ribuan penonton.


Rute sepanjang 1,7 kilometer dimulai dari Lapangan Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, dan berakhir di Lapangan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Masing-masing tim tampil dengan karakter dan kreativitas berbeda, berpadu dengan dentuman musik yang menghidupkan suasana sepanjang perjalanan.


Karnaval secara resmi diberangkatkan oleh Camat Bangsalsari, Beni Armindo Ginting, S.STP, yang mengawali kegiatan dengan doa bersama. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga ketertiban, keselamatan, dan sportivitas sehingga kegiatan berlangsung aman hingga selesai.


Kepala Desa Badean, Purwanto, mengatakan karnaval sound horeg telah menjadi tradisi masyarakat dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan. Menurutnya, pemerintah desa bersama panitia telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar kegiatan berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.


“Kami memahami adanya pro dan kontra terkait sound horeg. Namun selama seluruh peserta mematuhi aturan panitia, kegiatan akan tetap berjalan tertib, aman, dan nyaman. Bahkan kami telah menyiapkan tim untuk membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan apabila terjadi keadaan darurat,” tegas Purwanto.


Di balik kemeriahan tersebut, kekompakan warga menjadi kunci sukses penyelenggaraan. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa setiap RT bermusyawarah dan bergotong royong mengumpulkan dana untuk mendatangkan sound horeg.


Biaya sewa satu unit sound berkisar Rp40 juta hingga Rp60 juta, dengan iuran warga sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per kepala keluarga.
“Kami rela patungan karena ingin memeriahkan HUT RI. Yang penting acara sukses dan masyarakat bisa terhibur,” ujarnya.


Ketua Panitia, Fauzi, menyebutkan seluruh peserta terbagi dalam 15 tim. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga karena pelaku UMKM memperoleh peningkatan pendapatan dari ramainya pengunjung.


Sementara itu, Kapolsek Bangsalsari AKP Sugiyono mengatakan pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Bangsalsari, Polsek Panti, Koramil Bangsalsari, Koramil Panti, serta Satpol PP Kecamatan.


“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Jika terjadi pelanggaran hukum, akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Kemeriahan karnaval juga mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Jember, Budi Wicaksono, yang hadir bersama Kepala Desa Badean. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan menilai kegiatan tersebut mampu menjadi hiburan rakyat sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.


Dengan memadukan kreativitas peserta, semangat gotong royong, serta pengamanan yang maksimal, Karnaval Sound Horeg Desa Badean kembali menjadi salah satu perayaan HUT RI paling meriah di Kabupaten Jember tahun ini. Dentuman bass Brewog yang menutup acara pun menjadi puncak hiburan yang meninggalkan kesan mendalam bagi ribuan warga yang hadir.

(Red/vans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *