GarudaPos.online
JEMBER – Satlantas Polres Jember terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, profesional, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli). Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Polantas Menyapa yang dilaksanakan di Kantor Samsat Bersama Jember Timur, Kecamatan Patrang Rabu, 26 Agustus 2026.
Melalui program ini, personel Satlantas tidak hanya memberikan pelayanan administrasi kendaraan bermotor, tetapi juga turun langsung menyapa masyarakat dan memberikan edukasi mengenai prosedur pengurusan STNK, Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Regident Ranmor), serta informasi biaya resmi sesuai ketentuan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik percaloan dan pungli yang masih berpotensi merugikan masyarakat.

Kasat Lantas Polres Jember, AKP Ade Andini, S.T.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelayanan yang bersih, jujur, dan transparan merupakan hak setiap warga negara.
“Kami mengajak seluruh masyarakat mengurus administrasi kendaraan secara mandiri, tidak menggunakan jasa calo, serta berani menolak dan melaporkan apabila menemukan praktik pungli. Satlantas Polres Jember berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan sesuai prosedur,” tegas AKP Ade.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengedepankan sikap profesional, ramah, dan humanis dalam melayani masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui pelayanan yang berintegritas dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Program Polantas Menyapa menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka serta edukasi yang berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik mengenai prosedur dan biaya resmi, masyarakat diharapkan tidak lagi menjadi korban praktik percaloan maupun pungli.
Satlantas Polres Jember mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya pelayanan yang bersih. Urus sendiri administrasi kendaraan Anda, patuhi aturan lalu lintas, tolak segala bentuk pungli dan percaloan, serta laporkan setiap pelanggaran yang ditemukan. Dukungan masyarakat menjadi kunci terwujudnya pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas menuju Polri Presisi yang semakin dipercaya.
(Wahyu)
