GarudaPos.online
BANYUWANGI – Operasi pencarian dua nelayan yang hilang akibat kecelakaan kapal nelayan terbalik di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, masih belum membuahkan hasil. Hingga hari pertama operasi, Senin (20/7/2026), Tim SAR Gabungan menyatakan pencarian masih nihil dan akan dilanjutkan pada Selasa (21/7/2026).
Tim Rescue Basarnas Banyuwangi tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.45 WIB dan langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR sebelum melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai serta perairan sekitar lokasi menggunakan kapal dan peralatan water rescue.
Agen Informasi Bencana (Agisena) BPBD Jatim Ismanto menyampaikan, Meski pencarian dilakukan secara intensif hingga pukul 17.00 WIB, dua korban yang masih dinyatakan hilang belum berhasil ditemukan. Setelah dibriefing, Tim SAR memutuskan operasi dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan mulai pukul 07.00 WIB keesokan harinya.

” setelah melakukan pencarian sampai pukul 17.00 WIB tidak membuahkan hasil, semua tim opsar briefing dan dilanjutan opsar esok hari dimulai jam 07.00 WIB”, jelas ismanto.
Dari empat nelayan yang menjadi korban kecelakaan, dua orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Purnomo (40), warga Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, dan Junairi (46), warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.
Sementara itu, dua korban yang masih dalam pencarian adalah Sutris (34), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Cluring, serta Lukman (25), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo.
Operasi SAR melibatkan puluhan personel dari Basarnas Banyuwangi, TNI AL Pos Grajagan, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Polsek dan Koramil Purwoharjo, Damkar Banyuwangi, Dinas Perikanan, BPBD, Pemerintah Desa Grajagan, hingga para nelayan setempat. Berbagai sarana pendukung, mulai dari rescue car, perahu karet, peralatan water rescue, ambulans, hingga enam kapal nelayan dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Selama operasi berlangsung, cuaca terpantau cerah dengan angin berkecepatan sekitar 10 km/jam dari arah barat laut dan tinggi gelombang berkisar 1–2,1 meter, sehingga diharapkan dapat mendukung proses pencarian pada hari berikutnya.
Tim SAR Gabungan menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian hingga kedua nelayan yang masih hilang berhasil ditemukan.
